Suzuki: Yang Terjajah mulai Menantang?

Suzuki: Yang Terjajah mulai Menantang?

28MEI

Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa Suzuki beberapa tahun ini dalam posisi terjajah, terjajah oleh kebesaran para penguasa, Honda dan Yamaha.

Padahal kalo mau merunut ke belakang, Suzuki pernah melalui masa jayanya menjadi ATPM nomer 2 dalam hal penjualan roda dua di tanah air, hanya dibawah Honda dan berada diatas Yamaha. Tapi kenapa akhir-akhir ini ngedrop? bahkan event2 Suzuki pun sudah dihilangkan, layaknya OMR Suzuki yang dah tutup buku 2-3 tahun lalu.

Namun, itu dulu. Saat ini Suzuki sedang berusaha dengan gencar untuk mengejar ketertinggalannya, dimulai dengan tagline barunya Change and Chalenge. Tagline ini tidak menggantikan tagline Way of Life, namun hanya menambahkannya, supaya Suzuki bisa kembali mendobrak kondisinya saat ini.

tagline Change and Challenge atau perubahan dan tantangan dimaksudkan sebagai identititas baru yang dapat diartikan lebih responsif dan inovatif.Beberapa kali saya menonton iklannya diTV menunjukkan bahwa Suzuki ingin menjancapkan tagline Change and Challenge ini di mindset konsumen Indonesia, sayangnya iklannya tidak dibuat khusus untuk Indonesia, tapi masih mengambil iklan dari luar.

Nah, sebagai wujud pelaksanaan tagline baru tersebut, Suzuki beberapa bulan ini menambah line up motornya. Bahkan juga mengganti nama motor yang semula Skywave tidak digunakan lagi, berubah menjadi Hayate pada produk barunya. Smash diubah menjadi Titan, dan Shogun berubah menjadi Axelo (meski tak sepenuhnya iklas karena Titan masih dipanggil Smash Titan dan Axelo juga masih dipanggil Shogun Axelo)

Perubahan nama ini bener2 membuat tagline Change atau perubahan direalisasikan, tinggal menunggu seberapa besar perubahan itu berpengaruh pada pangsa pasar Suzuki. sedangkan tagline Challengenya belum banyak terlihat saat ini, kecuali kalo kita mau menganggap bahwa perubahan produk tersebut juga sebagai tantangan pada produk kompetitor. Titan  merangsek dipasaran Honda Abs Revo dan Yamaha Vega ZR, sedang Axelo menantang di pasaran Honda Supra X 125 dan Yamaha Jupiter Z.

Namun, perubahan produk tersebut (nama dan bentuk fisiknya) saya rasa tidak sepenuhnya menyerang salah satu kompetitor besarnya. Hadirnya Titan hanya bisa dibilang untuk menggantikan Smash yang sudah udzur, begitu juga dengan Axelo dan Hayate. Suzuki belum menantang kompetitornya di segmen lain yang sebelumnya belum dimainkan oleh Suzuki.

Nah, disinilah sebenarnya perlunya Suzuki mewujudkan tagline Challengenya itu. Suzuki harus mampu mengeluarkan produk dimana kedua kompetitornya telah bermain dengan berdarah-darah, contohnya di segmen sport 150cc yang sudah dihuni banyak produk. Hadirnya Suzuki 150cc sport akan menantang pabrikan lain yang sudah bermain sebelumnya, Honda dengan NMP dan CBR150R(rencana rilis tak lama lagi) dan Yamaha dengan Vixion dan Byson.

Gaya Challenge harus diwujudkan secara responsif terhadap produk-produk lawan yang laku. Produk matic retro macam Scoopy yang sukses di pasaran harus juga dimasuki oleh Suzuki.Kalo perlu masuki sekalian segmen motor matic Premium dimana pabrikan besar yang bermain baru Honda dengan PCX.

kalo gak salah Suzuki Skywave 250

Begitu juga dengan segmen motor sport diatas 200cc yang sepertinya sudah mulai dimasuki banyak produk kompetitor. Suzuki sebagai pemain pertama di segmen 250cc dengan Thunder 250nya yang beberapa tahun lalu terpaksa disuntik mati  seharusnya saat ini mampu bangkit mengejar ketertinggalannya, apalagi dengan hadirnya produk global GW 250 yang notabene adalah Baby B-KIng. Sejak kemunculannya di China beberapa bulan lalu, GW 250 sudah menjadi bahan pembicaraan dimana-mana, dan intinya semuanya mengharapkan agar motor in segera direalisasi dan dipasarkan secara massal, termasuk juga di Indonesia tentunya.

Indonesia yang sudah menjadi pusat RnD Suzuki di kawasan Asia Tenggara seharusnya mampu membawa segala produk baru Suzuki untuk lebih dulu dipasarkan disini, apalagi kalo melihat market roda dua terbesar di wilayah ini ada di Indonesia, harusnya Suzuki benar2 lebih mengembangkan pasarnya di sini.

So, sekarang kita tinggal menunggu bagaimana kiprah Suzuki ke depannya, apa benar bakalan mewujudkan Challenge-nya ini dengan memasuki pasar yang telah dimasuki kompetitornya atau hanya akan bertahan dengan market share yang ada saja, mempertahankannya dengan tambal sulam facelift sana sini. Ataukah Suzuki bakal mampu mengeluarklan produk di kelasnya para penguasa dengan produk yang lebih inovatif dan diterima masyarakat?

Suzuki Burgman 400

Nah, sebenarnya saat inilah waktu yang paling tepat untuk melakukan Tantangan itu. Kenapa? karena HOnda sedang berusaha menguasai semua segmen dan Yamaha terlihat diam saja, so haruisnya Suzuki mampu menjadi kuda hitam yang menyusup diantara keduanya, mengambil keuntungan dari pertarungan para penguasa.

Hmmmmm. Sepertinya itu saja, soalnya sudah kemana-mana…

NB: kira-kira Suzuki GW250 bisa dihargai kurang dari 30 juta gak ya?

Share this:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s